aku pernah jatuh hati pada seorang,
yang bersamanya serasa aku bisa mengalahkan dunia,
yang bersamanya aku menjadi manusia paling bahagia,
merajut mimpi bersama, menggapai asa berdua dengan satu tujuan mulia
tapi aku lupa, pun juga hampir saja membuat Tuhan murka
membiarkan ras terus tumbuh tampa ada ikatan nyata,
tanpa kejelasan yang jelas terombang-ambing
sampai pada akhirnya,
kini, aku memutuskan untuk mengambil jarak darinya,
melupakan setiap mimpi yang pernah kita rajut bersama
mengikhlaskan kebahagiaan yang kami anggap selamanya padahal fana
kini, hanya ada doa yang mengganti canda tawa bersama
menyapa dia yang sudah berada jauh disana
menyebut namanya tanpa sepengetahuannya
kini, aku sadar jika hanya da satu usaha untuk mendapat restu dari-Nya
bahwa untuk menjadi sebaik-baik pendampingnya
bukan dengan cara yang Tuhan tidak suka
disini aku sedang berjuang dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri,
menjadi pendamping hidup dimasa nanti,
dan kini aku semakin memahami, bahwa mengambil jarak adalah cara terbaik untuk mencintaimu yang paling bijak
@gadisdusun

Comments
Post a Comment