Senja kala itu bersinar memancarkan cahaya jingga nya
indah, tatkala bersatu menjadi irama terindah
dihari itu, aku dan kamu saling bertemu
sebuah cafe susu bernuansa biru menjadi saksi
aku, yang dikekang rindu menemuimu dengan senyum
aku datang lebih dahulu darimu
mencari tempat yang pas untuk kita berdua
tempat nyaman untuk mengobrol melepas senja
dan, untuk melakukan rencanamu
kupilih bangku belakang dekat pintu masuk
dan aku menunggumu
jujur, keringat dingin mengucur dari tanganku
degup jantung yang semakin cepat
seiring dengan pesanmu "aku berangkat ya"
kau datang, dengan sepeda motor revo merahmu
mengenakan kaos hitam, aku memperhatikanmu dari sudut mataku
tidak, aku tidak berani menatapmu secara sengaja,mas
karena jika menatapmu, mugkin jantungku berhenti sesaat
kamu menghampiri ku,
"kok disini? di dalam aja enak, ada wifi nya" katamu
namun aku tahu, maksud mu
aku tetap disana tak berubah
kamu memesan makanan
sesaat kemudian kamu datang, kamu duduk disebelahku
yang kuyakini tak kusangka
duduk disampingmu,surga,batinku
senja sore itu,
kita mengobrol dan menatap langit
tiba-tiba, tangan kirimu meraih tangan kiriku
sungguh kagetnya aku, namun aku hanya bisa diam
hangat, tangan itu,tanganmu
genggaman itu, genggaman pertama bagiku, mas
andai kamu tahu..
dan kini, semua telah berbeda
mas, jika kutahu genggaman tangamu itu
adalah yang terakhir untuk sekarang
aku tak ingin melepasnya
genggaman tangan itu...
yaa Allah..ampuni kami
namun bahagia tak dapat hamba bendung saat itu
kamu, pemilik genggaman itu
apakah kemarin adalah terakhir kamu genggam tanganku?
indah, tatkala bersatu menjadi irama terindah
dihari itu, aku dan kamu saling bertemu
sebuah cafe susu bernuansa biru menjadi saksi
aku, yang dikekang rindu menemuimu dengan senyum
aku datang lebih dahulu darimu
mencari tempat yang pas untuk kita berdua
tempat nyaman untuk mengobrol melepas senja
dan, untuk melakukan rencanamu
kupilih bangku belakang dekat pintu masuk
dan aku menunggumu
jujur, keringat dingin mengucur dari tanganku
degup jantung yang semakin cepat
seiring dengan pesanmu "aku berangkat ya"
kau datang, dengan sepeda motor revo merahmu
mengenakan kaos hitam, aku memperhatikanmu dari sudut mataku
tidak, aku tidak berani menatapmu secara sengaja,mas
karena jika menatapmu, mugkin jantungku berhenti sesaat
kamu menghampiri ku,
"kok disini? di dalam aja enak, ada wifi nya" katamu
namun aku tahu, maksud mu
aku tetap disana tak berubah
kamu memesan makanan
sesaat kemudian kamu datang, kamu duduk disebelahku
yang kuyakini tak kusangka
duduk disampingmu,surga,batinku
senja sore itu,
kita mengobrol dan menatap langit
tiba-tiba, tangan kirimu meraih tangan kiriku
sungguh kagetnya aku, namun aku hanya bisa diam
hangat, tangan itu,tanganmu
genggaman itu, genggaman pertama bagiku, mas
andai kamu tahu..
dan kini, semua telah berbeda
mas, jika kutahu genggaman tangamu itu
adalah yang terakhir untuk sekarang
aku tak ingin melepasnya
genggaman tangan itu...
yaa Allah..ampuni kami
namun bahagia tak dapat hamba bendung saat itu
kamu, pemilik genggaman itu
apakah kemarin adalah terakhir kamu genggam tanganku?
Comments
Post a Comment